Api Biru | Blue Fire Kawah Ijen Yang Fenomenal Sampai Manca Negara

Blue Fire Kawah Ijen Yang Fenomenal – Jika anda mengenal kawah ijen tentunya anda akan langsung berfikir ke penambang blearang di pusat kawah, apakah anda juga tahu tentang pupulernya Api biru atau blue Fire kawah ijen Akhir-akhir ini ? Ada dua hal yang membuat kami terperangah, saat menatap langit berbintang, dan hukum moral di hati kami”. Dan langit berbintang itulah yang kami lihat saat di kawasan Gunung Ijen, Jawa Timur, diwaktu bersiap utuk trekking dan mendaki ke puncak kawahnya pada Pukul 00.30 di Pos Paltuding, kami start mendaki ke kawah gunung Ijen. Kawah Ijen, yang berada di perbatasan kota Bondowoso dan kota Banyuwangi, Kawah ijen ini adalah salah satu keindahan gunung berapi di Indonesia yang patut di lihat, terutama bagi pecinta fenomena alam. dan kawah ini berada pada ketinggian kurang lebih sekitar 2388 meter di atas permukaan laut.

Sebelum memulai tour ijen dan pendakian, kami diperingatkan oleh pemandu bahwa medan yang akan dilalui tidak ringan. kami kuga diperingatkan untuk berhati-hati karena jalan yang setapak dan sangat curam.

api-biru-Kawah-Ijen

blue fire ijen

Api Biru Kawah Ijen Bondowoso,Banyuwangi Jawa Timur

Perjalanan meuju ke puncak kawah ijen memang tidak mudah, apalagi bagi beberapa diantrara kami bukan seorang pendaki gunung. Kami harus berjalan kaki sepanjang tiga kilometer. Medan yang ditempuh juga mendaki, bahkan sekitar 1,5 kilometer di antaranya, adalah jalan yang menanjak 45 derajat. Duh, andai ada gondola yang bisa mengangkut Kami hingga puncak ya (sambil mengkhayal).

Berbeda dengan kondisi di Gunung Bromo yang banyak terdapat ojek, sewa jeep atau sewa kuda bromo, di Kawah Ijen suasananya lebih ” alami ”, dalam arti bersih dari pulusi udara, kendaraan, juga pedagang. Kita hanya dapat berjalan kaki untuk menuju puncaknya. Apabila kita berangkat dari Banyuwangi, mobil hanya diperkenankan sampai pos Paltuding, di kaki pegunungan.

Namun, dengan berjalan kaki itulah kami justru menemukan arti dari sebuah petualangan. Hanya ada kami, gunung, dan langit berbintang. Meski naik mendaki bersama kawan-kawan, Kami menahan diri untuk tidak banyak berbicara untuk menghemat energi. Sesekali saja, ada salah satu teman dari kami yang sudah beberapa kali naik gunung Ijen, memberi semangat. “Tinggal bentar lagi pak, sedikit lagi menanjaknya”. Lumayan membangkitkan semangat.

Waktu paling baik untuk Mendaki Gunung Ijen ialah saat musim kemarau, sekitar bulan Mei hingga Oktober, saat dini hari hingga pagi. bila kita bisa sampai di puncak kawah sebelum matahari terbit, kita bisa menyaksikan “Blue Fire Kawah Ijen” atau “Api Biru, sebuah fenomena alam yang sangat indah.

Blue fire Kawah Ijen” memang menjadi tujuan kami mendaki. Api biru tersebut adalah api yang terbuat dari semburat belerang cair dari dalam kawah. Panasnya kawah yang berpadu dengan belerang menciptakan efek api berwarna biru di permukaan. Fenomena ini hanya bisa disaksikan sebelum matahari terbit. Oleh karena itu, kita harus melakukan pendakian, setidaknya mulai pukul 01.00 dari pos Paltuding.

Setelah melalui perjuangan mendaki yang lumayan “ngos-ngos-an”, rombongan kami tiba di puncak kawah sekitar pukul 03.30. Dan di puncak itulah, saya menyaksikan “blue fire” dengan mata kepala sendiri.

Kawah Ijen adalah satu-satunya kawah di Indonesia yang memiliki fenomena alam “Blue Fire Kawah Ijen”. Di dunia, hanya ada dua tempat yang memiliki Blue Fire. Selain Indonesia, menurut pemandu kita, blue fire juga terdapat di Islandia. Karena ini fenomena langka, tak heran kalau banyak sekali orang asing yang mendaki kawah Ijen pada dini hari itu. Umumnya mereka dari Eropa, seperti Jerman, Belanda, Perancis, Belgia.

Blue Fire kawah ijen

Api biru di Kawah ijen bondowoso ini adalah sebuah fenomena, yang mampu membuat kami ternganga dan kagum terus menerus. Semburat panas dari kawah mengeluarkan kilatan api berwarna biru. Menjilat-jilat udara di atasnya. Rasa lelah mendaki, rasa gigil karena angin dingin pegunungan, semua sirna dan hilang saat melihat keindahan di bawah sana.

Saat matahari terbit, kamipun melihat keindahan lainnya, yaitu danau kawah Ijen dengan jelas. Danau yang terbentuk dari letusan gunung berapi sekitar 2500 tahun lalu itu, memiliki air berwarna hijau toska. Sungguh indah. Danau kawah Ijen adalah danau yang memiliki keasaman tinggi, dan merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Dengan kedalaman hingga 200 meter dan luas lebih dari 5000 hektar, danau kawah ijen adalah sebuah fenomena.

Saat mentari bersinar itulah, kami juga dapat melihat aktivitas penambangan belerang di pusat kawah Ijen. Para penambang blerang memanggul bongkahan belerang di dasar kawah kemudian memanggulnya ke bawah untuk dikumpulkan pada perusahaan penambangan. Rata-rata seorang penambang, bisa mengangkut antara 50 hingga 90 kilogram belerang sekali jalan. Dan hebatnya, mereka bisa berjalan dengan cepat untuk naik turun gunung.

Saat kami bersusah payah mengatur nafas turun dari kawah, karena medan yang curam, seorang kakek tua dengan ringannya menyalip saya sambil memanggul 80 kilogram belerang. Oh noooo !!

Beberapa tahun lalu, para penambang ini bekerja dengan penuh risiko tanpa dilindungi oleh asuransi jiwa. Namun, Bupati Banyuwangi saat ini, Abdullah Azwar Anas, membuat kebijakan agar seluruh penambang belerang dilindungi oleh asuransi. Syukurlah, karena tugas mereka sangat penuh dengan risiko.

Kawah Gunung Ijen, dan fenomena Api Biru Kawah Ijen adalah satu dari hal terindah yang pernah kami saksikan dengan mata kepala sendiri. Meski perjuangan mencapai ke sana lumayan berat, kesemuanya terhapus dengan keindahan di puncaknya.

itulah pengalaman kami saat wisata ke kawah gunung ijen yang penuh pesona, dan jika anda tertarik dan membtutuhkan informasi lebih banyak lagi mengenai kawah ijen dengan api birunya, silahkan hubungi customer online kami, kami akan merespon anda secepatnya, kami juga akan memberikan penawaran bagi anda yang ingin menyewa paket / membeli paket kami untuk kunjungan ke kawah ijen / tour kawah ijen

Posted in Tempat Wisata. Tagged with , , , , .