Status Aktivitas Gunung Bromo 2019 Aman Dan Kondusif

By | June 19, 2019

Status Aktivitas Gunung Bromo 2019 Aman Dan Kondusif

Gunung Bromo, salah satu gunung berapi aktif Indonesia yang paling terkenal, dinamai sesuai dengan dewa Hindu Brahma dan dianggap suci. Gunung berapi ini biasanya tidak aktif tetapi sedikit merokok. Puncak membuka pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan di atas bibir kawah serta di Tengger Massif yang indah di bawah.

Status Gunung Bromo

Perjalanan khas ke Gunung Bromo dimulai dari desa pegunungan Cemoro Lawang. Dari sana dibutuhkan sekitar 45 menit untuk mencapai gunung berapi. Banyak orang tiba di sana pagi-pagi sekali untuk menyaksikan matahari terbit di sudut pandang Penanjakan. Lalu ada jalan setapak menuju tepi kawah.

Ada banyak langkah untuk berjalan, tetapi pemandangan itu sepadan. Anda dapat melihat asap mengepul dari gunung berapi di satu sisi, dan “Lautan Pasir” (Laut Pasir) —bentang seperti gurun dengan bukit pasir vulkanik. Kawasan ini adalah cagar alam yang dilindungi sejak 1919.

Setelah gunung berapi, ada baiknya menjelajahi Tengger, Taman Nasional Semeru, salah satu yang paling indah di Indonesia. Namun perlu diingat bahwa beberapa rute ditutup selama musim hujan. Atau Anda bisa mendaki Gunung Penanjakan untuk mendapatkan pemandangan Gunung Bromo. Dibutuhkan sekitar dua jam atau lebih, tergantung pada tingkat kebugaran Anda dan Waktu terbaik untuk mengunjungi Gunung Bromo adalah selama musim kemarau dari bulan April hingga Oktober, terutama jika Anda berencana untuk mendaki di daerah tersebut, karena saat hujan jalurnya berlumpur.

Status Gunung Bromo 2019

Jakarta, CNN Indonesia — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan Gunung Bromo aman dikunjungi meskipun mengalami erupsi secara fluktuatif selama beberapa hari terakhir.

Menurutnya erupsi gunung ikonik yang terletak dalam empat kabupaten di Jawa Timur itu, yakni Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan, hanya menyemburkan abu vulkanik dan pasir.

“Bukan kerikil atau lava pijar yang disemburkan dari kawah Gunung Bromo,” kata Sutopo seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (20/3).

Status Gunung Bromo saat ini tetap waspada (level II), meskipun hampir setiap hari erupsi. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo, dan disarankan untuk menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari abu vulkanik,” katanya.

Sutopo menjelaskan PVMBG terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik, kemudian BPBD di sekitar Gunung Bromo, seperti BPBD Kabupaten Malang, BPBD Pasuruan, BPBD Lumajang, dan BPBD Probolinggo juga melakukan langkah-langkah antisipasi jika ada peningkatan status dan masker sudah dibagikan kepada pengunjung.

“Status Gunung Bromo berjalan normal dan sebaran abu vulkanik juga belum mengganggu jalur penerbangan sehingga Bandara Abdul Rachman Saleh Malang karena hingga saat ini masih tetap beroperasi normal,” tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu takut dengan adanya erupsi Gunung Bromo, justru dapat menikmati erupsi yang tidak ditemukan di semua gunung karena di balik erupsi sesungguhnya banyak berkah yang ada, apalagi kemarin terjadi aliran permukaan menyerupai sungai yang melintas lautan pasir Bromo.

“Hujan yang turun di sebelah barat dari puncak Gunung Bromo di daerah Pasuruan kemudian mengalir melintasi lautan pasir di kawasan Gunung Bromo hingga meresap di ke dalamnya, sehingga wisata dengan Status Gunung Bromo ini masih tetap aman. Jangan takut atau khawatir dengan adanya erupsi karena Bromo tetap menawan dan menyimpan penuh kenangan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas Status Gunung Bromo, pada 19 Maret 2019 pukul 06.00-12.00 WIB terjadi lima kali letusan.

Kemudian asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal yang tingginya 900 – 1.500 meter dari puncak kawah, serta hujan abu turun di Pos Pengamatan Gunung Bromo, kemudian terdengar suara gemuruh dan dentuman dari kawah.

Sebelumnya pada Senin (18/3) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB tercatat terjadi 28 kali letusan dengan amplitudo 25 – 34 mm selama 17 – 889 detik, tremor menerus amplitudo 0,5 – 30 mm, dominan 2 mm.

Tinggi kolom abu vulkanik berkisar 500 hingga 1.500 meter, kemudian asap kawah bertekanan lemah, sedang hingga kuat berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal. 

untuk saat ini Wisata gunung Bromo sudah aman dikunjungi oleh pengunjung dan telah ada pelonjakan pengunung hingga 40persen dari hari-hari normal biasanya, jadi jika anda ingin berkunjung ke Gunung Bromo saat ini Status Gunung Bromo telah aman dan kondusif

Rate this post